KITAINDONESIASATU.COM – Keinginan mengonsumsi makanan manis sering muncul tanpa disadari, terutama saat tubuh lelah atau stres. Ahli gizi asal Amerika Serikat, Gillan Kobala, mengungkapkan bahwa keinginan terhadap gula bukan sekadar soal kebiasaan, tetapi juga berkaitan dengan kondisi fisik dan emosional.
Asupan gula berlebihan diketahui meningkatkan risiko penyakit jantung, diabetes tipe 2, hingga masalah gigi dan gusi. Sejumlah penelitian juga menyebutkan bahwa fluktuasi gula darah, kurang tidur, serta stres kronis menjadi pemicu utama munculnya keinginan mengonsumsi makanan manis.
Batas Aman Konsumsi Gula
American Heart Association menyarankan agar asupan gula tambahan tidak melebihi 6 persen dari total kalori harian untuk perempuan dan 9 persen untuk laki-laki.
Membatasi gula bukan berarti menghilangkannya sepenuhnya, tetapi mengaturnya secara bijak.
Menurut Health, salah satu kesalahan paling umum adalah menerapkan diet terlalu ketat. Pola makan ekstrem justru sering berujung pada keinginan berlebihan terhadap gula di kemudian hari.





