Kedua, memicu peradangan
Makan larut malam dengan porsi besar atau makanan tinggi lemak jenuh dan gula dapat menyebabkan akumulasi lemak berlebih di hati.
Ketika jumlah lemak ini meningkat secara berlebihan, tubuh merespons dengan memicu reaksi inflamasi.
Peradangan yang berkepanjangan dapat merusak sel-sel hati, melemahkan kemampuannya untuk mendetoksifikasi racun dan memetabolisme nutrisi.
Seiring waktu, perlemakan hati yang disertai peradangan dapat berkembang menjadi fibrosis, sirosis, serta meningkatkan risiko berbagai penyakit hati kronis.
Ketiga, mengganggu ritme sirkadian hati
Hati memiliki ritme sirkadian sendiri yang mengatur metabolisme, penyimpanan energi, dan proses pemulihan sel.
Saat seseorang makan larut malam—terutama terlalu dekat dengan waktu tidur—tubuh dipaksa terus memproses nutrisi pada saat aktivitas metabolisme alami sedang menurun.




