KITAINDONESIASATU.COM – Banyak orang menjalani hari-harinya dengan duduk berjam-jam—mulai dari bekerja di depan komputer, rapat daring, sampai menonton film di malam hari.
Tanpa disadari, pola hidup minim gerak seperti ini dapat meningkatkan risiko diabetes, meskipun Anda jarang makan makanan manis.
Saat duduk, tubuh hampir tidak membakar energi. Aktivitas seperti bekerja, menyetir, bermain gim, atau menonton televisi membuat seseorang bisa duduk lebih dari 7–8 jam per hari, dan ini tetap dianggap “banyak duduk” meskipun ia rutin olahraga 30 menit sehari, ujar Healthline (AS).
Penelitian dalam jurnal Diabetologia juga menegaskan bahwa durasi duduk yang panjang meningkatkan risiko diabetes, penyakit jantung, hingga kematian.
Olahraga di malam hari pun tidak cukup untuk menghapus dampak buruk dari duduk seharian. Kesehatan gula darah rupanya bergantung pada seberapa sering tubuh bergerak di sela-sela waktu duduk.
Otot merupakan pengguna glukosa terbesar. Ketika seseorang berjalan, berdiri, atau sekadar mengubah posisi, serat otot berkontraksi dan menarik glukosa dari aliran darah.





