KesehatanLifestyle

Sarapan Roti Putih Tiap Pagi Ternyata Tak Seburuk yang Dibayangkan, Ini Temuan Ilmiahnya

×

Sarapan Roti Putih Tiap Pagi Ternyata Tak Seburuk yang Dibayangkan, Ini Temuan Ilmiahnya

Sebarkan artikel ini
Roti putih
Roti putih untuk sarapan (Freepik/jcomp)

Bertentangan dengan anggapan umum, para peneliti tidak menemukan bukti konsisten bahwa roti putih memicu lonjakan gula darah lebih tinggi dibanding roti gandum utuh.

Bahkan, meta-analisis dari delapan kumpulan data menunjukkan bahwa mengganti roti putih dengan roti gandum tidak selalu memberikan perbedaan signifikan pada kadar glukosa darah setelah makan.

Studi ini juga menyoroti kesalahpahaman terkait proses penggilingan tepung.

Meski dedak dan kuman biji-bijian dipisahkan dalam pembuatan tepung putih, roti putih tetap berperan sebagai sumber energi yang terjangkau dan berguna, terutama bagi banyak kelompok masyarakat.

Menurut laporan News Medical, dampak kesehatan roti justru lebih ditentukan oleh porsi konsumsi serta makanan pendampingnya. Artinya, roti putih tidak layak langsung dicap sebagai “musuh” gula darah.

Agar tetap sehat, para ahli menyarankan konsumsi roti putih dalam jumlah moderat, sekitar 80–90 gram atau satu potong per hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *