Meski demikian, pare bukan pengganti obat diabetes yang diresepkan dokter. Penderita diabetes tetap disarankan mengikuti anjuran tenaga medis sebelum menjadikan pare sebagai bagian dari pola makan harian.
Dapat membantu menurunkan kolesterol jahat
Pare juga dikaitkan dengan penurunan kadar kolesterol LDL atau kolesterol jahat, yang merupakan salah satu faktor risiko penyakit jantung.
Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Evidence-Based Complementary and Alternative Medicine pada 2018 melaporkan bahwa peserta yang mengonsumsi ekstrak pare selama 30 hari mengalami penurunan kadar kolesterol LDL dibandingkan kelompok plasebo.
Temuan ini menunjukkan potensi pare dalam mendukung kesehatan jantung jika dikombinasikan dengan pola hidup sehat.
Membantu mengurangi peradangan
Kandungan antioksidan dan senyawa antiinflamasi pada pare juga dinilai berpotensi membantu mengurangi peradangan dalam tubuh.
Penelitian yang dimuat dalam Complementary Therapies in Clinical Practice pada 2018 menemukan bahwa penderita osteoartritis lutut yang mengonsumsi pare selama tiga bulan mengalami penurunan nyeri yang lebih baik dibandingkan kelompok plasebo.





