Fokus utamanya ada di wilayah korteks prefrontal lateral atau DLPFC — bagian otak yang bertugas mengatur kendali diri dan pertimbangan.
Sinyal magnetik itu akan mengaktifkan sel saraf agar keseimbangan antara rasa ingin dan kemampuan mengendalikan diri kembali teratur.
Sekelompok perokok dewasa
Dalam penelitian berhenti merokok ini, tim melibatkan sekelompok perokok dewasa. Mereka dibagi ke dalam beberapa kelompok dan menjalani 15 sesi terapi selama 3 minggu.
Posisi sasaran di otak ditentukan lewat pemindaian pencitraan agar akurat. Sebagian peserta mendapatkan stimulasi asli, sementara kelompok lain mendapat stimulasi palsu atau ditujukan ke bagian otak lain.
Hasilnya sangat menjanjikan. Kelompok yang mendapatkan stimulasi di area DLPFC berhasil mengurangi jumlah rokok yang dihisap lebih dari 11 batang per hari.
Selain itu, rasa ingin merokok menurun drastis dan kadar karbon monoksida dalam napas mereka jauh berkurang. Efek positif ini ternyata bertahan hingga satu bulan setelah rangkaian terapi selesai.

