Di antaranya Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Kementerian Kesehatan, serta Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Dudung mengatakan percepatan pembukaan PPDS berbasis rumah sakit merupakan tindak lanjut atas arahan Presiden terkait persoalan kekurangan tenaga medis.
Menurutnya, kekurangan sekitar 65.000 dokter spesialis bukan hanya persoalan angka, tetapi berkaitan langsung dengan kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat di berbagai wilayah.
“Ini bukan sekadar statistik, melainkan representasi dari kebutuhan saudara-saudara kita di daerah, pulau terluar, hingga ke kawasan tertinggal, terdepan, dan terluar,” kata Dudung.
Karena itu, daerah 3T menjadi salah satu perhatian utama dalam pengembangan pendidikan dokter spesialis berbasis rumah sakit.
Putra Daerah Diprioritaskan dalam Program
Pemerintah juga menyiapkan konsep pendidikan yang memberikan keberpihakan kepada putra-putri daerah.

