- Karbohidrat: ±28 gram
- Gula Alami (Fruktosa): ±19 gram
- Serat Pangan: ±4 gram
Kunci utama apel bukanlah ketiadaan gula, melainkan “matriks makanan” yang dimilikinya.
Serat larut air dalam apel memperlambat proses pencernaan dan penyerapan glukosa di usus halus, sehingga gula masuk ke aliran darah secara bertahap, bukan dalam bentuk lonjakan (spike) yang tiba-tiba.
Lebih jauh lagi, apel kaya akan senyawa bioaktif berupa polifenol, khususnya quercetin dan phlorizin.
Studi menunjukkan bahwa senyawa ini dapat menghambat enzim tertentu di usus, yang secara efektif menunda penyerapan karbohidrat.
Penting: Konsentrasi polifenol dan serat tertinggi justru berada di kulit apel. Mengupas kulit apel berarti membuang sebagian besar mekanisme pertahanan alami buah ini.
2. Dilema Kayu Manis: Dosis Menentukan Efek
Banyak klaim kesehatan yang mengelilingi kayu manis, tetapi realitasnya lebih kompleks.





