Sayuran hijau, buah-buahan, biji-bijian utuh, kacang-kacangan dan sumber protein dapat menjadi bagian dari menu sehari-hari. Namun, jumlah makanan tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan energi masing-masing agar tidak berlebihan.
Kacang-kacangan, misalnya, memang menyediakan protein nabati dan lemak, tetapi juga memiliki kandungan kalori yang cukup tinggi. Karena itu, porsinya tetap perlu diperhatikan ketika menerapkan pola makan sehat.
Bagi lansia, tekstur makanan juga dapat disesuaikan agar lebih mudah dikunyah dan ditelan. Makan dalam porsi lebih kecil tetapi lebih sering, mencukupi kebutuhan cairan, serta memastikan asupan protein menjadi beberapa hal yang perlu diperhatikan.
Asupan vitamin D, kalsium, dan vitamin B12 juga tidak boleh diabaikan. Sebaliknya, konsumsi garam dan makanan ultra-proses sebaiknya dibatasi sebagai bagian dari kebiasaan sehat untuk memperlambat penuaan.
2. Tetap Aktif, Jangan Tinggalkan Olahraga
Kebiasaan kedua yang tidak kalah penting adalah olahraga rutin. Aktivitas fisik secara teratur dapat membantu mempertahankan massa otot, mendukung kesehatan jantung, menjaga fleksibilitas tubuh, serta membantu seseorang tetap aktif dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
Bagi lansia, olahraga tidak harus berupa latihan berat. Berjalan kaki, berenang, yoga, atau senam dengan intensitas yang disesuaikan kemampuan tubuh dapat menjadi pilihan.



