KITAINDONESIASATU.COM – Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan influenza di Kabupaten Jember mengalami peningkatan dalam beberapa pekan terakhir.
Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Jember mencatat ratusan kasus terpantau sepanjang pertengahan Agustus hingga pertengahan September 2026.
Berdasarkan pemantauan selama empat pekan terakhir, terdapat 348 kasus ISPA dan 21 kasus influenza. Kenaikan kasus paling banyak terlihat dalam dua pekan terakhir, sehingga kewaspadaan masyarakat terhadap potensi penularan penyakit pernapasan perlu ditingkatkan.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes PPKB Jember, dr. Rita Wahyuningsih, mengatakan ISPA dan influenza dapat menyerang masyarakat dari berbagai kelompok usia. Namun, data yang dihimpun menunjukkan balita menjadi kelompok yang paling banyak mengalami penularan.
“Penyebaran penyakit ini terjadi secara meluas dan dapat menjangkiti seluruh lapisan masyarakat dari beragam usia. Namun, anak balita sejauh ini menjadi kelompok terbanyak yang mengalami penularan,” kata dr. Rita, Rabu (23/9/2026).
Penularan ISPA dan Influenza Perlu Diwaspadai
Menurut Rita, virus dan bakteri penyebab ISPA maupun influenza dapat menyebar dengan cepat, terutama ketika masyarakat beraktivitas di ruang publik. Penularan dapat terjadi melalui droplet yang keluar ketika orang terinfeksi batuk atau bersin tanpa perlindungan.
“Penularan utamanya dipicu oleh lontaran cipratan air liur (droplet) ketika pasien yang terinfeksi sedang bersin atau batuk tanpa proteksi,” imbuhnya.
Dinkes PPKB Jember memperkuat sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), sekaligus meningkatkan kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan mulai dari Puskesmas hingga rumah sakit.
“Sementara dari sisi penanganan medis, kesiapan dan kapasitas layanan di tingkat Puskesmas hingga Rumah Sakit terus ditingkatkan untuk menampung pasien,” terangnya.


