“Setelah beberapa jam tanpa makanan, tubuh beralih dari menggunakan gula sebagai sumber energi untuk membakar lemak yang tersimpan, yang mengaktifkan proses perbaikan di dalam sel,” ujarnya.
Proses itu ia gambarkan sebagai “pembersihan musim semi” seluler, di mana sel-sel tua atau rusak dibersihkan, peradangan mereda, dan tubuh fokus pada perbaikan daripada pertumbuhan berkelanjutan. Inilah yang membuat puasa memperlambat penuaan dari waktu ke waktu .
Lebih dari Sekadar Keriput: Penuaan Biologis yang Sesungguhnya
Dr. Ghazanfar menekankan bahwa pertempuran melawan penuaan tidak hanya soal penampilan luar, tetapi lebih kepada indikator internal tubuh.
Indikator-indikator ini meliputi kontrol gula darah dan kolesterol, tingkat peradangan, kekuatan otot, kesehatan tulang, kebugaran jantung, dan keseimbangan hormon.
Semua itu mencerminkan seberapa cepat atau lambat proses penuaan internal berlangsung.




