Melissa Meroz Planells, asisten profesor di Universitas Basseterre sekaligus juru bicara Academy of Nutrition and Dietetics, menyebut jus jeruk mengandung kalium, vitamin C, antioksidan, serta senyawa flavanon, termasuk hesperidin.
Senyawa-senyawa tersebut berpotensi membantu mengurangi peradangan dan mendukung fungsi pembuluh darah. Kondisi pembuluh darah yang berfungsi dengan baik dapat berperan dalam menjaga tekanan darah tetap terkendali.
Kalium juga memiliki peran penting dalam pengaturan tekanan darah. Mineral ini membantu menyeimbangkan efek natrium dalam tubuh, sehingga asupan kalium yang cukup dapat mendukung pengendalian tekanan darah, terutama jika disertai kebiasaan membatasi konsumsi garam.
Dalam pola makan yang mendukung kesehatan jantung, asupan kalium sekitar 3.500–5.000 miligram per hari kerap dijadikan kisaran acuan. Namun, kebutuhan setiap orang tidak selalu sama. Orang dengan penyakit ginjal atau kondisi medis tertentu perlu berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum meningkatkan asupan kalium.
Berapa Banyak Jus Jeruk yang Sebaiknya Diminum?
Jus jeruk murni tanpa tambahan gula dapat menjadi bagian dari pola makan seimbang. Meski begitu, para ahli tidak menyarankan menjadikan jus jeruk sebagai satu-satunya cara untuk mengendalikan tekanan darah.
Pola makan DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension), yang dirancang untuk membantu mencegah dan mengendalikan tekanan darah tinggi, menekankan konsumsi buah dan sayuran, biji-bijian utuh, kacang-kacangan, serta polong-polongan. Pola ini juga mendorong pembatasan asupan natrium atau garam.




