Peneliti juga mencatat adanya perbedaan efek berdasarkan jenis kelamin. Pada perempuan, hubungan antara begadang, risiko stroke, dan serangan jantung terlihat lebih signifikan.
Temuan ini membuka diskusi lanjutan mengenai faktor biologis dalam dampak begadang terhadap kesehatan jantung.
Dari sisi fisiologis, begadang memicu gangguan ritme sirkadian. Ketidaksinkronan jam biologis ini memengaruhi tekanan darah, metabolisme, serta respons tubuh terhadap stres, yang semuanya berkontribusi pada risiko stroke, serangan jantung, dan dampak begadang terhadap kesehatan jantung.
Di luar faktor biologis, pola hidup juga berperan besar. Individu yang sering begadang cenderung memiliki kebiasaan makan tidak teratur, kurang bergerak, serta konsumsi kafein dan rokok lebih tinggi.
Kombinasi ini memperbesar risiko stroke dan serangan jantung, serta memperjelas dampak begadang terhadap kesehatan jantung.
Sejumlah penelitian sebelumnya turut menguatkan temuan ini. Perbedaan jadwal tidur antara hari kerja dan akhir pekan diketahui berdampak pada metabolisme dan kolesterol.




