KITAINDONESIASATU.COM – Perlemakan hati kini semakin banyak ditemukan, tidak hanya pada orang lanjut usia tetapi juga pada kalangan muda.
Kondisi yang dikenal sebagai fatty liver disease ini sering kali tidak menimbulkan gejala pada tahap awal. Namun, jika dibiarkan, perlemakan hati dapat berkembang menjadi kerusakan hati yang lebih serius hingga meningkatkan risiko kanker hati.
Kabar baiknya, para ahli menyebut bahwa perlemakan hati masih dapat dibalikkan melalui perubahan gaya hidup yang tepat dan konsisten.
Salah satu dokter sekaligus edukator kesehatan dari Inggris, Dr. Karan Rajan, membagikan pengalaman pribadinya setelah didiagnosis mengalami perlemakan hati pada tahun 2018. Melalui berbagai perubahan pola hidup yang didukung penelitian ilmiah, ia berhasil memperbaiki kondisi kesehatannya.
- Menghindari Minuman Manis dan Gula Cair
Langkah pertama yang dilakukan Dr. Rajan adalah menghentikan konsumsi minuman yang mengandung gula tinggi, seperti minuman bersoda, jus kemasan, maupun minuman kopi dengan tambahan gula berlebih.
Menurutnya, gula cair sangat mudah diubah tubuh menjadi lemak yang kemudian menumpuk di hati. Selain itu, kalori dari minuman manis juga tidak memberikan rasa kenyang sehingga berpotensi meningkatkan konsumsi kalori harian.




