KITAINDONESIASATU.COM – Risiko stroke cenderung meningkat ketika seseorang memasuki usia 50 tahun. Penuaan pembuluh darah serta berbagai faktor seperti tekanan darah tinggi, diabetes, dan kolesterol tinggi dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya gangguan aliran darah ke otak.
Meski demikian, bertambahnya usia bukan berarti stroke tidak bisa dicegah. Sekitar 80 persen kasus stroke diperkirakan dapat dicegah dengan mengendalikan faktor risiko dan menerapkan pola hidup sehat. Karena itu, mencegah stroke setelah usia 50 tahun menjadi hal penting yang perlu diperhatikan.
Berikut sejumlah kebiasaan dan kondisi kesehatan yang sebaiknya tidak diabaikan setelah memasuki usia 50 tahun, sebagaimana laporan Medical News Today.
1. Jangan Abaikan Tekanan Darah Tinggi
Tekanan darah tinggi merupakan salah satu faktor risiko utama stroke setelah usia 50 tahun. Kondisi tersebut membuat dinding pembuluh darah mendapatkan tekanan secara terus-menerus sehingga dalam jangka panjang pembuluh darah dapat kehilangan elastisitas dan menjadi lebih rentan mengalami kerusakan.
Tekanan darah yang tidak terkontrol juga dapat berkontribusi terhadap terbentuknya plak aterosklerosis. Kondisi ini meningkatkan kemungkinan pembuluh darah di otak mengalami penyumbatan maupun pecah yang kemudian dapat memicu stroke.
Masalahnya, hipertensi sering kali tidak menimbulkan gejala yang mudah dikenali. Seseorang bahkan bisa merasa sehat meski tekanan darahnya tinggi. Karena itu, pemeriksaan tekanan darah secara berkala menjadi bagian penting dari cara mencegah stroke setelah usia 50 tahun.




