Lifestyle

Jejak Sejarah dan Religiusitas di Goa Gajah, Bali

×

Jejak Sejarah dan Religiusitas di Goa Gajah, Bali

Sebarkan artikel ini
FotoJet 3 11
Goa Gajah, Bali

KITAINDONESIASATU.COM – Goa Gajah, yang secara harfiah berarti ‘Gua Gajah’, sebenarnya tidak terkait dengan keberadaan gajah sungguhan di lokasi ini.

Nama tersebut berasal dari istilah ‘Lawa Gajah’ yang tercantum dalam naskah-naskah yang ditemukan di kawasan tersebut.

Kompleks candi ini diperkirakan dibangun sekitar abad ke-11 berdasarkan prasasti yang ditemukan di area itu.

Gua utama yang memiliki kedalaman sekitar tujuh meter dan berbentuk huruf T menjadi daya tarik utama di pura yang terletak di desa Bedulu ini.

Gua tersebut dipahat langsung pada bukit batu keras di sebuah lembah sungai. Pada pintu masuk gua terdapat ukiran utama berupa ‘boma’ atau wajah barong, dengan jari-jari besar yang seolah bertepuk tangan di kedua sisinya.

Jika diperhatikan dengan seksama, terdapat pula ukiran daun, bunga, serta beberapa figur menyeramkan.

Di dinding gua terdapat beberapa lubang yang diduga dulunya digunakan untuk meditasi atau sebagai tempat berbaring, dan saat ini lubang-lubang tersebut dipakai untuk meletakkan sesaji saat upacara berlangsung.

Di sisi kiri ujung gua berdiri patung Ganesha yang dianggap sebagai Dewa pengetahuan, sementara di sisi kanan ujung terdapat tiga ‘lingga’ yang melambangkan tiga manifestasi Tuhan yang umum di Bali, yaitu Brahma, Wisnu, dan Siwa.

Di tengah dinding gua terdapat tiga ukiran batu, salah satunya memperlihatkan gambar kepala dan wajah.

Di sebuah bangunan tinggi di sebelah kiri pintu masuk gua terdapat tiga patung, yaitu Ganesha, setan, dan Men Brayut, seorang tokoh legendaris wanita dengan anak-anak yang sangat dicintainya.

Patung-patung ini diperkirakan berusia sekitar 1000 tahun. Di tengah kompleks, tepat di depan gua, terdapat sebuah kolam pemandian yang kini sudah tidak digunakan oleh penduduk sekitar.

Patung-patung di sudut kompleks pemandian tersebut mirip dengan figur-figur yang umum ditemukan di India. Di bagian selatan kompleks, ada tangga panjang yang mengarah ke dasar lembah.

Setelah menyeberangi jembatan kecil di atas sungai dan mengikuti tangga lain ke sisi timur lembah, pengunjung dapat melihat sebuah patung Buddha duduk yang sudah kehilangan kepalanya, sebagai bukti adanya hubungan erat antara dua agama tersebut.

Cara Menuju ke Goa Gajah

Goa Gajah berlokasi sekitar 10 menit perjalanan ke tenggara dari Ubud, Bali Tengah, Indonesia.

Tur yang mencakup kunjungan ke Goa Gajah dan kuil atau situs lain di sekitarnya bisa diatur dari Ubud.

Alternatif lain adalah menyewa sepeda motor di Ubud, yang memberi kebebasan untuk menjelajah berbagai objek wisata kecil di sekitar Ubud.

Rutenya dimulai dengan berkendara ke selatan dari Ubud melewati tempat perlindungan monyet menuju desa Bedulu, kemudian belok ke timur (kiri) ke Jalan Raya Goa Gajah.

Banyak tanda petunjuk yang menunjukkan arah ke Goa Gajah dan tempat wisata lain.
Biaya parkir di lokasi ini juga tergolong terjangkau.-***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *