KITAINDONESIASATU.COM – KH Tb Ahmad Rifqi, Pengasuh Pesantren Darussalam Buntet, Cirebon, menegaskan bahwa memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW adalah wujud cinta dan kegembiraan atas hadirnya Rasulullah ke dunia.
Dijelaskan, bahwa Maulid Nabi seharusnya tidak dibatasi hanya tanggal 12 Rabiul Awal, tetapi bisa dilakukan kapan saja, seperti para ulama dan auliya yang hampir selalu membaca maulid Nabi di berbagai kesempatan.
Dalam acara Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Nurul Hidayah, Jakarta, Kang Entus mencontohkan tradisi Al Habib Abdullah bin Alwi Al-Haddad yang mengadakan Maulid Kubra di bulan Rajab.
Bahkan di kalangan NU, pembacaan maulid Nabi rutin dilakukan setiap malam Selasa dan malam Jumat demi mengharap keberkahan dan syafaat Rasulullah.
Kiai Ahmad Rifqi juga mengingatkan, niat yang baik dan husnuzzan (berbaik sangka) harus menjadi dasar dalam peringatan maulid. Sebab, dengan niat yang ikhlas, rasa cinta (mahabbah) kepada Rasulullah akan semakin tumbuh. (*)




