KITAINDONESIASATU.COM – Pemanfaatan kecerdasan buatan dalam percakapan digital masih tergolong baru. Meski chatbot berbasis AI kerap digunakan untuk mencari ide resep, menyusun rencana perjalanan, atau menjawab pertanyaan singkat, ada sisi keamanan yang tidak boleh diabaikan.
Banyak pengguna tanpa sadar membagikan informasi pribadi secara daring. Padahal, perlindungan kerahasiaan seperti yang berlaku pada dokter, pengacara, atau terapis manusia tidak otomatis diterapkan pada chatbot AI. Laporan dari CNET yang dikutip dari Al Arabiya Business mengingatkan soal risiko tersebut.
Tak sedikit orang bahkan memanfaatkan ChatGPT sebagai “pelatih kehidupan digital”, membahas persoalan pribadi hingga profesional. Selain isu privasi, penelitian juga mulai menyoroti dampak kognitif dari ketergantungan pada chatbot, termasuk pengaruhnya terhadap daya ingat, kreativitas, dan kemampuan menulis.
Agar tetap aman, berikut tips penting saat berinteraksi dengan chatbot:
1. Anggap chatbot sebagai ruang publik
Peneliti keamanan siber dan CEO CNC Intelligence, Matthew Stern, menegaskan bahwa chatbot AI sebaiknya diperlakukan sebagai ruang terbuka, bukan percakapan privat. Riwayat chat berpotensi disimpan dan dapat diakses atau diindeks.
Karena itu, hindari membagikan data sensitif seperti nama lengkap, alamat, informasi keuangan, data bisnis, hingga hasil tes medis. Respons yang terlalu personal memang terasa membantu, tetapi berisiko disalahgunakan, termasuk oleh broker data.

