KITAINDONESIASATU.COM – Di Boyolali, sekitar 1,5 kilometer dari jalan raya Solo–Semarang dan 10 kilometer sebelah barat Bandara Solo, terdapat kawasan wisata bersejarah yang dikenal sebagai Istana Pengging.
Lokasi ini menyimpan tiga kolam pemandian yang terkenal akan kejernihan dan kesegarannya, meskipun sering dikunjungi wisatawan.
Menariknya, mata air yang mengisi kolam-kolam tersebut tidak pernah kering, bahkan saat musim kemarau berlangsung.
Menurut kepercayaan masyarakat setempat, kolam pemandian ini dahulu dirancang khusus untuk para raja dari Kerajaan Pengging.
Di bagian belakang kompleks, terdapat kolam pemancingan yang bisa dimanfaatkan oleh pengunjung untuk memancing dan langsung mengolah hasil tangkapan mereka di lokasi.
Salah satu mata air utama di kawasan ini dikenal dengan nama Umbul Pengging, yang kini telah dikembangkan menjadi taman rekreasi yang populer.
Selain keindahan alam dan kolamnya, desa Pengging juga memiliki nilai sejarah dan spiritual yang tinggi.
Di desa ini terdapat makam Yosodipuro, seorang pujangga besar dari Keraton Surakarta, yang sering dikunjungi oleh peziarah.
Di dekat makam tersebut, terdapat sebuah mata air yang dipercaya memiliki kesucian, terutama karena lokasinya yang berdekatan dengan masjid dan situs ziarah.
Pengging juga dipercaya memiliki kekuatan spiritual atau nilai magis yang kuat.
Konon, kawasan ini adalah tempat tinggal Ki Ageng Pengging, yang juga dikenal sebagai Adipati Handayaningrat pada masa akhir Kerajaan Majapahit.
Ia merupakan kakek dari Sultan Hadiwijoyo dari Kerajaan Pajang. Karena itulah, para raja dan penguasa dari Kerajaan Mataram, Yogyakarta, hingga Surakarta diyakini sebagai keturunan langsung dari Pengging.
Dengan perpaduan sejarah, budaya, spiritualitas, dan keindahan alam, Pengging menjadi destinasi yang menarik untuk dikunjungi oleh wisatawan maupun peziarah.-***

