KITAINDONESIASATU.COM – Syekh Ibnu ‘Athaillah as-Sakandari memberikan nasihat spiritual mendalam dalam hikmah ke-43 kitab Al-Hikam. Beliau mengingatkan umat Islam agar tidak menghentikan amalan zikir hanya karena merasa hati belum bisa berkonsentrasi penuh (khusyuk) kepada Allah SWT.
Menurut Ibnu ‘Athaillah, kelalaian total dari berzikir jauh lebih berbahaya daripada kelalaian yang terjadi di tengah-tengah mengucapkan zikir. Seseorang yang tetap membasahi lidahnya dengan zikir—meski hatinya masih lalai—tetap berada dalam proses menuju perbaikan spiritual.
Secara bertahap, Allah SWT dapat mengangkat derajat seorang hamba: dari zikir yang disertai kelalaian menuju zikir dengan kesadaran (hudhur), hingga akhirnya mencapai zikir yang meniadakan segala hal selain Allah (fana’).
Hikmah ini menjadi penyejuk bagi para penuntut ilmu dan pejalan spiritual agar tidak berkecil hati. Keistiqamahan dalam berzikir secara lisan merupakan pintu utama yang akan membimbing hati menuju keheningan dan keikhlasan sejati. Jangan biarkan setan membisikkan rasa putus asa hingga membuat kita berhenti mengingat Sang Pencipta.
Penjelasan mendalam mengenai nasihat ini dapat disimak melalui kajian Kitab Al-Hikam Ibn ‘Athaillah Hikmah ke-43 oleh Abuya Dr. Arrazy Hasyim.
Video ini sangat relevan karena membahas tuntas teks dan makna syarah hikmah ke-43 tentang pentingnya terus melanggengkan zikir.(*)




