KITAINDONESIASATU.COM — Syekh Ibnu Atha’illah as-Sakandari dalam karya fenomenalnya, Kitab Al-Hikam, menyampaikan pesan spiritual mendalam pada hikmah ke-96. Syekh Ibnu Atha’illah menegaskan pentingnya manusia mencari kemuliaan sejati yang bersifat abadi, bukan kemuliaan fana yang bersumber dari materi atau jabatan duniawi.
“Jika engkau menginginkan kemuliaan yang tidak pernah sirna, maka janganlah engkau membanggakan kemuliaan yang bisa rusak dan punah,” demikian intisari ajaran dalam hikmah tersebut.
Melalui pesan ini, umat Islam diingatkan agar tidak terjebak pada kehormatan dan kesenangan duniawi yang berpotensi memicu kesombongan. Kemuliaan sejati hanya diperoleh melalui ketakwaan, kerendahan hati, serta kedekatan hubungan spiritual dengan Allah SWT.
Ketika seseorang menyandarkan harga dirinya pada harta atau kedudukan, kemuliaan itu akan musnah seiring hilangnya hal-hal tersebut.
Sebaliknya, penghambaan yang tulus kepada Sang Pencipta memberikan kemuliaan abadi yang tak tergoyahkan oleh perubahan zaman. Hikmah ke-96 ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat modern agar senantiasa menjaga keikhlasan niat di tengah riuk-pikuk kejaran dunia.(*)




