KITAINDONESIASATU.COM – Syekh Ibn Ataillah as-Sakandari dalam karya fenomenalnya, kitab Al-Hikam, mengajarkan kedalaman spiritual mengenai hakikat kemerdekaan seorang hamba.
Pada hikmah ke-95, beliau menegaskan bahwa engkau adalah orang merdeka dari apa yang tidak engkau harapkan, dan engkau adalah budak dari apa yang engkau inginkan (Anta hurrun mimma anta ‘anhu aayisun, wa ‘abdun lima anta lahu thami’un).
Pesan spiritual ini menjadi tamparan keras bagi jiwa yang kerap mengejar keterikatan duniawi. Ketika seseorang mendambakan harta, takhta, atau pujian makhluk, secara tidak sadar ia menyerahkan kebebasannya dan menjadi tawanan dari keinginan tersebut.
Ketergantungan pada pengharapan selain Allah SWT hanya melahirkan kecemasan, kekecewaan, dan kehinaan jiwa.
Sebaliknya, kebebasan hakiki diraih saat hati melepaskan rasa serakah dan berhenti berharap pada selain-Nya. Dengan bertawakal penuh kepada Allah, seorang hamba tidak lagi didikte oleh prasangka dan ambisi pribadi.
Hikmah ini mengajak umat untuk menata kembali niat, menyucikan hati dari keserakahan, serta meraih kemuliaan diri melalui ketundukan total hanya kepada sang Pencipta.(*)





