KITAINDONESIASATU.COM – Kitab suci Al-Hikam karya Syekh Ibn Atha’illah as-Sakandari kembali memberikan tuntunan spiritual yang mendalam bagi umat Islam.
Hikmah ke-62 menegaskan pentingnya membersihkan diri dari sifat-sifat kebiasaan manusia (bashariyyah) yang menghalangi kedekatan hamba dengan Penciptanya.
Dalam petikannya, Syekh Ibn Atha’illah menyampaikan ajakan untuk melepaskan diri dari setiap sifat kemanusiaan yang berlawanan dengan penghambaan sejati. Sifat-sifat seperti kesombongan, sifat kikir, iri hati, serta keterikatan berlebihan pada hawa nafsu dinilai dapat menutupi kesucian hati.
Syekh Ibn Atha’illah menekankan bahwa untuk meraih kedudukan spiritual yang murni dan merasai kelezatan bermunajat kepada Allah SWT, seorang hamba harus giat menyucikan batinnya. Bersihnya jiwa dari noda-noda tercela merupakan kunci utama agar cahaya ilahi dapat bersemayam dalam dada.
Para ulama mengimbau agar pesan ini dijadikan panduan introspeksi diri sehari-hari. Dengan mengikis kesombongan dan memperbanyak rendah hati (tawadhu), seorang hamba dapat memelihara kebersihan hati serta melangkah lebih mantap menuju ridha-Nya.(*)



