Ahli gizi asal Amerika Serikat, Dr. Alice Figueroa, menjelaskan bahwa cabai mengandung capsaicin, senyawa aktif yang dapat meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL) sekaligus menurunkan kolesterol jahat (LDL) yang menjadi penyebab utama penyakit jantung.
Membantu Umur Lebih Panjang
Sebuah meta-analisis tahun 2021 yang dimuat dalam jurnal Angiology dan melibatkan lebih dari 500.000 responden dewasa menemukan bahwa konsumsi makanan pedas lebih dari sekali dalam seminggu mampu menurunkan risiko kematian hingga 12% selama periode 10 tahun.
Para peneliti menduga bahwa kandungan capsaicin membantu melawan obesitas, memperbaiki keseimbangan mikrobioma usus, dan memberikan efek antioksidan yang melindungi tubuh dari berbagai penyakit degeneratif, seperti dilaporkan oleh Eating Well.
Risiko yang Perlu Diwaspadai
Meski banyak manfaatnya, makanan pedas juga memiliki sisi negatif. Ahli gizi Zariel Grullón dari Amerika Serikat memperingatkan bahwa konsumsi cabai dapat memicu refluks asam lambung, terutama bagi mereka yang menderita gastritis atau penyakit refluks gastroesofagus (GERD).
Selain itu, penderita sindrom iritasi usus besar (IBS) atau penyakit radang usus (IBD) juga disarankan berhati-hati karena cabai bisa memperburuk gejala yang ada.




