KITAINDONESIASATU.COM – Memasuki malam kedelapan bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, antusiasme umat Islam di berbagai masjid masih terlihat begitu kental. Salat Tarawih, sebagai ibadah khas di bulan penuh ampunan ini, terus menawarkan keutamaan yang luar biasa bagi mereka yang istiqamah menunaikannya.
Pada malam kedelapan ini, terdapat hikmah spiritual yang sangat mendalam dan memotivasi setiap hamba untuk memperkuat kedekatannya dengan Sang Pencipta.
Berdasarkan kitab Durratun Nasihin yang sering menjadi rujukan para ulama, keutamaan salat Tarawih pada malam kedelapan adalah Allah SWT akan memberikan pahala kepada hamba-Nya sebagaimana pahala yang diberikan kepada Nabi Ibrahim AS.
Keutamaan ini mencerminkan tingginya kedudukan orang-orang yang ikhlas meratakan dahi di atas sajadah, meninggalkan kenyamanan tidur demi bermunajat kepada Allah.
Mendapatkan pahala “setara” Nabi Ibrahim AS tentu bukan sekadar angka, melainkan simbol dari keteguhan iman dan keberkahan dalam hidup. Nabi Ibrahim dikenal sebagai Khalilullah (Kekasih Allah) yang memiliki tingkat ketaatan luar biasa.
Dengan menghidupkan malam kedelapan ini, seorang Muslim diharapkan mampu menyerap semangat ketauhidan dan keikhlasan yang dimiliki sang nabi.
Selain pahala ukhrawi, secara psikologis, konsistensi hingga malam kedelapan menjadi tanda bahwa seorang hamba telah berhasil melewati fase penyesuaian fisik di awal Ramadan.
Momentum ini sangat tepat untuk memperbanyak doa dan zikir, memohon agar sisa perjalanan Ramadan ke depan tetap diberikan kekuatan serta keberkahan yang melimpah.(*)





