KITAINDONESIASATU.COM – Bulan Rajab akan segera meninggalkan kita, lalu masuk bulan Sya’ban. Semoga kita diberikan umur panjang, sehingga bisa berjumpa di bulan yang kita nanti, yakni Ramadan. Ada beberapa amalan yang dilakukan di bulan Sya’ban yang keutamaannya doanya tidak tertolak.
Ada beberap peristiwa di bulan Sya’ban, dia ntaranya peralihan arah kiblat dari Masjidil Aqsha di Palestina ke Ka’baj di Arab Saudi, surat Ahzab ayat 56 yang meganjurkan pembacaan salawat, diangkatnya amal-amal manusia menuju ke kahidrat Allah SWT.
Di bulan Sya’ban, ada yang namanya malam Nisfu Sya’ban, yaitu membaca surat Yasin sebanyak tiga kali yang dilanjutkan dengan berdoa. Tradisi ini terus berkembang di Indonesia, sampai saat ini masih dilakukan secara rutin khususnya masyarakat Nahdlatul Ulama (NU).
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ad-Dailami, Imam ‘Asakir, dan Al-Baihaqy, disebutkan bahwa Rasulullah bersabda:
خَمْسُ لَيَالٍ لَا تُرَدُّ فِيْهِنَّ الدَّعْوَةُ أَوَّلُ لَيْلَةٍ مِنْ رَجَبَ وَلَيْلَةُ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ وَلَيْلَةُ الجُمْعَةِ وَلَيْلَتَيِ العِيْدَيْنِ
Artinya: Ada 5 malam di mana doa tidak tertolak pada malam-malam tersebut, yaitu malam pertama bulan Rajab, malam Nisfu Sya‘ban, malam Jumat, malam Idul Fitri, dan malam Idul Adha.
مَنْ أَحْيىَ لَيْلَةَ العِيْدَيْنِ وَلَيْلَةَ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ لَمْ يَمُتْ قَلْبُهُ يَوْمَ تَمُوْتُ القُلُوْبُ.
Artinya: “Siapa saja yang menghidupkan dua malam hari raya dan malam Nisfu Sya‘ban, niscaya tidaklah akan mati hatinya pada hari di mana pada hari itu semua hati menjadi mati.” (*)





