-Saffron (Crocus sativus) – mengandung crocin dan safranal.
-Zaitun (Olea europaea) – mengandung asam oleat, oleuropein, hidroksitirosol, dan oleacein.
-Rosemary (Salvia rosmarinus) – mengandung asam rosmarinat dan asam karnosat.
-Anggur (Vitis vinifera) – mengandung resveratrol.
Studi ini berfokus pada mekanisme farmakologis yang penting, seperti efek antioksidan, anti-inflamasi, dan vasodilator, serta kemampuan untuk mengatur metabolisme lipid, yang dapat berhubungan dengan kondisi seperti aterosklerosis dan hipertensi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan aktif dalam bawang putih, misalnya, sangat menjanjikan dalam pengobatan aterosklerosis, serta dapat mengurangi risiko serangan jantung dan stroke.
Penulis studi ini juga menyarankan arah penelitian selanjutnya, termasuk menguji keamanan jangka panjang dari senyawa-senyawa ini dan mengevaluasi efek sinergisnya saat dikonsumsi dalam diet Mediterania.
Dengan memperluas bukti ilmiah terkait metode penyembuhan tradisional ini, tinjauan ini membuka peluang untuk penggunaan bahan-bahan tersebut sebagai bahan farmasi aktif dalam pengembangan obat-obatan berbasis tanaman di masa depan.***





