KITAINDONESIASATU.COM-Penjualan tiket KRL Commuterline di stasiun KRL bakal ditutup total, meskipun dilakukan secara bertahap dengan rencana transformasi digital menyeluruh. Sebagai penggantinya menggunakan pembayaran digital berbasis QRIS.
Direktur Utama KAI Commuter, Asdo Artriviyanto, mengatakan, pihaknya akan meluncurkan sistem pembayaran digital berbasis Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS).
Cara baru ini akan menggantikan proses pembayaran manual dengan cara yang lebih cepat, efisien, dan tanpa kontak fisik. “Mudah-mudahan, tahun ini kami segera meluncurkan sistem ini dengan beberapa bank, dan transaksi top-up menggunakan QRIS menggantikan keberadaan loket-loket fisik,” ungkap Asdo, kemarin.
Kebijakan ini ditempuh setelah KAI Commuter mencatat bahwa mayoritas pelanggan sudah terbiasa menggunakan QRIS untuk transaksi digital.
Selain melakukan transformasi digital dalam pembayaran, KAI Commuter akan melaksanakan program Smart Station yang diawali dari di Stasiun BNI City.
Stasiun BNI City dijadikan percontohan stasiun pintar dengan layanan berbasis teknologi digital, mengurangi ketergantungan pada tenaga kerja manual.
“Aspek pelayanan mulai dimulai dari informasi hingga fasilitas seperti toilet dan musala. Semua akan dilayani menggunakan teknologi digitalisasi yang lebih efisien dan mengurangi kebutuhan manpower,” ungkap Asdo.
Akan tetapi, pihak KAI Commuter tetap mempertimbangkan kenyamanan para pengguna yang belum familiar dengan metode pembayaran digital ini.
Untuk itu, lanjut Asdo, penerapan loket digital disesuaikan dengan karakteristik pasar. Di stasiun-stasiun besar yang penggunanya sudah terbiasa dengan QRIS, digitalisasi dapat segera diterapkan. Tapi, untuk stasiun di daerah yang belum sepenuhnya familiar dengan sistem pembayaran digital, loket manual masih akan tersedia.
Tahun 2024 PT KAI Commuter mencatat pengguna KRL mencapai 374 juta penumpang atau melebihi target yang ditetapkan 359 juta penumpang.
Sedangkan penumpang yang melakukan transaksi menggunakan Kartu Uang Elektronik (E-Money-Mandiri, Flazz-BCA, TapCash-BNI, dan Brizzi-BRI) tercatat 131 juta transaksi atau 38,91 persen. Sedangkan pengguna aplikasi QR mencapai hampir 28,5 juta transaksi atau 8,44 persen.




