KITAINDONESIASATU.COM – Pergerakan nilai tukar rupiah yang mengalami tekanan dalam beberapa waktu terakhir memunculkan berbagai perbandingan dengan krisis moneter 1998.
Namun, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa kondisi ekonomi Indonesia saat ini memiliki karakteristik yang jauh berbeda dibanding situasi krisis puluhan tahun lalu.
Menurutnya, fundamental ekonomi nasional kini lebih kuat dengan sistem pengelolaan yang lebih matang.
Pada masa krisis 1998, pelemahan rupiah berlangsung sangat tajam dan berdampak besar terhadap berbagai sektor ekonomi.
Saat itu, lonjakan nilai tukar disertai inflasi tinggi serta tekanan berat terhadap stabilitas nasional. Kondisi tersebut berbeda dengan situasi sekarang yang dinilai masih berada dalam batas terkendali.
Fundamental Ekonomi Indonesia Dinilai Tetap Kuat
Airlangga menjelaskan bahwa pelemahan rupiah saat ini tidak diikuti lonjakan inflasi tinggi seperti yang pernah terjadi pada masa lalu.
Pemerintah dinilai mampu menjaga tingkat inflasi tetap stabil meski terdapat tekanan dari faktor global maupun dinamika pasar keuangan internasional.
Selain itu, sektor industri dan korporasi nasional disebut masih menunjukkan performa yang solid.


