KITAINDONESIASATU.COM – Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kembali berada di bawah tekanan pada perdagangan Jumat, 22 Mei 2026.
Mata uang Garuda tercatat melemah ke kisaran Rp17.670 per dolar AS di tengah meningkatnya sentimen kehati-hatian investor serta ketidakpastian global yang masih membayangi pasar keuangan.
Pelemahan rupiah terjadi seiring tekanan yang juga dialami mayoritas mata uang Asia.
Sejumlah mata uang regional tercatat bergerak di zona merah terhadap dolar AS, mencerminkan meningkatnya minat pelaku pasar terhadap aset yang dianggap lebih aman di tengah situasi global yang belum stabil.
Sentimen Global dan Domestik Tekan Rupiah
Tekanan terhadap rupiah tidak hanya berasal dari faktor eksternal, tetapi juga dipengaruhi perkembangan situasi dalam negeri.
Pelaku pasar masih mencermati berbagai kebijakan ekonomi yang dinilai dapat memengaruhi kepercayaan investor terhadap pasar domestik.
Di sisi global, ketegangan geopolitik di Timur Tengah masih menjadi perhatian. Situasi tersebut membuat investor cenderung mengalihkan dana ke instrumen safe haven, termasuk dolar AS.

