Keuangan

Sejak 2020 Sri Mulyani Hemat Anggaran Kemenkeu Rp 2,21 Triliun

×

Sejak 2020 Sri Mulyani Hemat Anggaran Kemenkeu Rp 2,21 Triliun

Sebarkan artikel ini
Menteri Keuangan Sri Mulyani (Ist)
Menteri Keuangan Sri Mulyani (Ist)


KITAINDONESIASATU.COM – Menteri Keuangan Sri Mulyani menjabarkan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah berhasil mencapai efisiensi anggaran sebesar Rp 2,21 triliun untuk periode 2020 hingga 2023. Dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR pada 21 Agustus 2024.

Sri Mulyani menjelaskan bahwa efisiensi ini merupakan hasil dari pengelolaan anggaran yang hati-hati, efisien, dan disiplin, serta menggarisbawahi peran Kemenkeu sebagai benchmark untuk kementerian dan lembaga lainnya.

“Dan ini kami sampaikan waktu itu di dalam Komisi XI, Rp 2,21 triliun sendiri kita mendapatkan efisiensi,” ujar Sri Mulyani, dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR, Rabu (21/8).

Rinciannya adalah sebagai, tahun 2020: Efisiensi Rp 1,2 triliun, 2021: Efisiensi Rp 425,72 miliar, 2022: Efisiensi Rp 435,40 miliar, 2023: Efisiensi Rp 232,32 miliar.

Efisiensi ini tercapai berkat digitalisasi dan penerapan berbagai kebijakan. Berikut adalah 11 area utama yang berkontribusi pada efisiensi:

  1. Pengurangan Jumlah Pegawai: Efisiensi Rp 902 miliar melalui penurunan 4.002 pegawai.
  2. Pengendalian Belanja Birokrasi: Efisiensi Rp 534,42 miliar melalui pengurangan perjalanan dinas dan konsinyering.
  3. Pengadaan Collaborative Tools: Efisiensi Rp 290 miliar melalui pengadaan secara terpusat.
  4. Optimalisasi Anggaran Penanganan Pandemi: Efisiensi Rp 173,83 miliar terkait penurunan kasus COVID-19.
  5. Konsolidasi Pengadaan Laptop: Efisiensi Rp 140,83 miliar melalui e-katalog LKPP dan kebijakan TKDN.
  6. Digitalisasi Proses Bisnis: Efisiensi Rp 92,85 miliar dari penurunan belanja pencetakan dokumen.
  7. Optimalisasi Penggunaan Sarana dan Prasarana: Efisiensi Rp 35,27 miliar dari penurunan biaya paket meeting.
  8. Prioritas Pembentukan Tim: Efisiensi Rp 15,35 miliar dari pengurangan honorarium tim.
  9. Implementasi Ruang Kerja Masa Depan: Efisiensi Rp 15,35 miliar dari penurunan alokasi sewa kantor.
  10. Pembayaran Belanja Pegawai Terpusat: Efisiensi Rp 9,46 miliar dari penurunan anggaran pengelolaan gaji dan optimalisasi SDM.
  11. Standarisasi Harga dan Seminar Kit: Efisiensi Rp 4,44 miliar dari selektivitas pemberian seminar kit.

Sri Mulyani menekankan pentingnya efisiensi dan disiplin anggaran sebagai contoh bagi kementerian dan lembaga lainnya.(Mico)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *