KITAINDONESIASATU.COM – Hj. Lusiana Nurissiyadah bersama Fraksi PKB-PPP (Aswaja) DPRD Kota Bogor menggelar turnamen mini soccer dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2026. Kegiatan bertema “Junjung Sportivitas, Raih Kemenangan” ini berlangsung di Lapangan Manunggal, Bogor Barat, Kota Bogor, Sabtu 24 Oktober 2026.
Turnamen mini soccer ini menjadi ajang mempererat silaturahmi sekaligus mendorong generasi muda dan santri untuk mengembangkan potensi di bidang sepak bola. Selain menjadi sarana olahraga, kegiatan tersebut juga diharapkan membuka peluang bagi pemain muda untuk meningkatkan kemampuan dan pengalaman bertanding.
Anggota DPRD Kota Bogor dari Fraksi PKB/Aswaja, Hj. Lusiana Nurissiyadah, mengatakan pertandingan persahabatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian puncak peringatan Hari Santri Nasional yang jatuh pada 22 Oktober 2026.
Menurut Lusiana, pertandingan ini mempertemukan tim binaannya dengan tim dari Fraksi NasDem dan Fraksi Gerindra. Kegiatan tersebut juga melibatkan tim dari Fraksi PPP/Aswaja.
“Ini adalah puncak acara memperingati Hari Santri Nasional. Kita mengadakan laga sepak bola persahabatan. Sifatnya murni untuk pertemanan dan silaturahmi saja,” ujar Lusiana di Lapangan Manunggal, Sabtu 24 Oktober 2026 malam tadi.
Ia menjelaskan, turnamen ini tidak semata-mata mengejar kemenangan. Lebih dari itu, pertandingan menjadi ruang bagi anak-anak muda untuk mengasah kemampuan, membangun kebersamaan, dan menumbuhkan sportivitas.
Lusiana juga menilai Lapangan Manunggal sebagai fasilitas olahraga di Kota Bogor yang perlu dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung aktivitas positif generasi muda.
Lusiana Nurissiyadah Libatkan Tim Binaan dari Tingkat RW
Dalam turnamen tersebut, Lusiana menurunkan dua tim binaannya dari Kelurahan Mekarwangi, yakni Tim Solusi dari RW 01 dan Tim Panji Bangsa dari RW 02.
Ia berharap keterlibatan tim tingkat RW dapat membuka kesempatan bagi para pemain untuk merasakan atmosfer pertandingan di tingkat kota. Sebelumnya, para pemain lebih banyak bermain di lingkup wilayah kecamatan, khususnya Kecamatan Tanah Sareal.
“Harapannya, nanti ada kelanjutannya lagi yang melibatkan RW-RW lain agar semakin semangat. Sekarang mereka bisa merasakan bermain di tingkat kota bersama teman-teman lainnya,” katanya.
Menurut Lusiana, keterlibatan pemain dari berbagai wilayah menjadi langkah awal untuk memperluas kesempatan berkompetisi sekaligus meningkatkan pengalaman bertanding bagi pesepak bola muda di Kota Bogor.
Lusiana Dorong Pembinaan Bibit Pesepak Bola Muda Bogor
Turnamen mini soccer ini juga menjadi bagian dari upaya mendorong regenerasi atlet sepak bola. Lusiana berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga potensi pemain muda di tingkat lingkungan dapat teridentifikasi dan dikembangkan.
“Kita ingin memfasilitasi potensi bermain bola mereka. Siapa tahu dari ajang seperti ini, mereka bisa terus berkembang dan menjadi generasi emas pesepak bola kita,” ungkapnya.
Ia menambahkan, setiap fraksi yang berpartisipasi masing-masing menurunkan dua tim. Selain tim binaan Lusiana, terdapat tim yang dibawa oleh perwakilan Fraksi NasDem, Fraksi Gerindra, serta Fraksi PPP/Aswaja.
Keterlibatan sejumlah fraksi tersebut menunjukkan bahwa olahraga dapat menjadi ruang kolaborasi lintas kelompok untuk membangun kebersamaan sekaligus mendukung pembinaan generasi muda.
Piala Bergilir untuk Apresiasi Peserta Turnamen
Untuk menambah semangat peserta, panitia menyediakan piala bergilir bagi tim yang berhasil meraih prestasi. Sementara itu, bentuk apresiasi tambahan kepada pemain diserahkan kepada masing-masing pembina tim.
Lusiana menegaskan bahwa penghargaan tersebut bukan sekadar soal hadiah, melainkan bentuk dukungan agar para pemain semakin termotivasi untuk berlatih dan mengembangkan kemampuan.
“Intinya hadiahnya dari kami untuk mereka. Tujuannya murni untuk memberikan semangat dan merajut persahabatan saja,” tuturnya.
Melalui turnamen mini soccer dalam rangka Hari Santri Nasional 2026 ini, Lusiana Nurissiyadah berharap semangat Hari Santri tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan seremonial, tetapi juga melalui aktivitas positif yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Dengan mengedepankan sportivitas, persahabatan, dan pembinaan potensi lokal, turnamen tersebut diharapkan menjadi langkah awal lahirnya lebih banyak pesepak bola muda potensial dari berbagai wilayah di Kota Bogor.





