KITAINDONESIASATU.COM – Nilai tukar mata uang menjadi salah satu indikator penting untuk melihat kondisi ekonomi suatu negara.
Ketika mata uang melemah terhadap dolar Amerika Serikat, hal tersebut dapat mencerminkan tekanan ekonomi seperti inflasi, ketidakstabilan politik, hingga perubahan kepercayaan investor.
Rupiah Masuk Daftar Mata Uang Terlemah Asia
Berdasarkan data konverter mata uang Forbes yang mengacu pada Open Exchange per Juni 2026, terdapat sejumlah mata uang Asia yang mengalami tekanan cukup besar terhadap dolar AS. Berikut beberapa mata uang dengan nilai terendah:
- Rial Iran menjadi mata uang dengan posisi terlemah akibat tekanan geopolitik dan kondisi ekonomi yang tidak stabil.
- Pound Lebanon melemah karena krisis perbankan, inflasi tinggi, serta masalah ekonomi berkepanjangan.
- Dong Vietnam turut terdampak perlambatan ekspor dan pengaruh kebijakan suku bunga global.
- Kip Laos menghadapi tekanan akibat utang luar negeri, inflasi, dan pertumbuhan ekonomi yang melambat.
- Rupiah Indonesia masuk dalam daftar karena nilainya sempat berada di kisaran Rp17 ribuan hingga mendekati Rp18 ribu per dolar AS.
- Som Uzbekistan mengalami pelemahan akibat tantangan ekonomi domestik meski memiliki sumber daya alam besar.



