KITAINDONESIASATU.COM – Tekanan besar kembali menghantam pasar keuangan Indonesia setelah investor asing ramai-ramai melepas kepemilikan saham di Bursa Efek Indonesia.
Aksi jual tersebut membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan tajam hingga menyentuh level 5.594,77 pada penutupan perdagangan Jumat, 5 Juni 2026.
Sentimen negatif dari pasar global serta meningkatnya kekhawatiran terhadap kondisi ekonomi domestik menjadi faktor utama yang memicu gelombang aksi jual tersebut.
Investor global dinilai mulai mengurangi eksposur terhadap aset Indonesia karena tingginya ketidakpastian pasar dan melemahnya nilai tukar rupiah.
Tekanan Rupiah dan Ketidakpastian investor asing
Selain tekanan geopolitik dunia, pelaku pasar juga mencermati keberlanjutan fiskal pemerintah dalam menjalankan sejumlah program prioritas nasional yang membutuhkan anggaran besar.
Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran terhadap stabilitas ekonomi dalam jangka menengah. Di sisi lain, nilai tukar rupiah juga terus mengalami pelemahan hingga sempat menembus Rp18.000 per dolar Amerika Serikat.
Sepanjang 2026, depresiasi rupiah tercatat telah melampaui 4 persen dan semakin menambah tekanan pada pasar modal nasional.





