KITAINDONESIASATU.COM – Nilai tukar rupiah kembali mengalami tekanan terhadap dolar Amerika Serikat pada perdagangan Rabu, 3 Juni 2026.
Mata uang Garuda tercatat melemah hingga mendekati level Rp18 ribu per dolar AS dan menjadi salah satu posisi terendah sepanjang sejarah perdagangan rupiah.
Berdasarkan pantauan pasar keuangan, rupiah sempat berada di level Rp17.954 per dolar AS atau melemah sekitar 116 poin dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Kondisi ini dipengaruhi ketidakpastian pasar global serta meningkatnya permintaan dolar AS di tengah tekanan ekonomi internasional.
Menanggapi kondisi tersebut, Bank Indonesia menegaskan akan terus memantau perkembangan pasar keuangan domestik maupun global. Bank sentral juga memastikan langkah stabilisasi akan dilakukan secara konsisten dan terukur guna menjaga ketahanan ekonomi nasional.
Bank Indonesia Optimalkan Intervensi dan Kebijakan Valas untuk Rupiah
Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso, mengatakan BI terus mengoptimalkan seluruh instrumen kebijakan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan memastikan likuiditas valuta asing tetap terjaga.
Selain intervensi di pasar, BI juga mulai menerapkan aturan baru terkait pembelian valuta asing tunai. Mulai 2 Juni 2026, pembelian valas tanpa underlying dibatasi maksimal 25 ribu dolar AS per orang setiap bulan.




