Keuangan

IHSG Menguat 2,25 Persen, Sentimen Domestik dan Global Dorong Bursa Saham Indonesia

×

IHSG Menguat 2,25 Persen, Sentimen Domestik dan Global Dorong Bursa Saham Indonesia

Sebarkan artikel ini
IHSG hari ini Melesat ke 6.524.
IHSG Menguat 2,25 Persen (Ist)

KITAINDONESIASATU.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) menguat pada penutupan perdagangan Kamis, 5 November 2026.

Pergerakan positif ini didorong kombinasi sentimen domestik dan global yang meningkatkan optimisme investor terhadap pasar saham Indonesia.

IHSG naik 110,49 poin atau 2,25 persen ke posisi 5.030,26. Sementara itu, indeks saham unggulan LQ45 turut menguat 12,40 poin atau 2,47 persen ke posisi 513,64.

Penguatan indeks berlangsung sepanjang perdagangan hingga penutupan sesi kedua. Kondisi tersebut mencerminkan respons positif pelaku pasar terhadap perkembangan ekonomi nasional dan dinamika politik internasional.

Pertumbuhan Ekonomi dan Reformasi Pasar Modal Jadi Penopang IHSG

Dari dalam negeri, salah satu faktor yang mendukung penguatan IHSG adalah pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III 2026.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi nasional tumbuh 5,47 persen secara tahunan, meningkat dibandingkan kuartal sebelumnya yang mencapai 5,29 persen.

Capaian tersebut memperkuat keyakinan investor terhadap ketahanan ekonomi nasional. Selain itu, langkah regulator dalam memperbaiki tata kelola pasar modal turut menjadi perhatian pelaku pasar setelah muncul peringatan dari MSCI mengenai potensi penurunan peringkat pasar Indonesia.

Dari sisi global, sentimen positif muncul setelah hasil pemilihan paruh waktu Amerika Serikat memengaruhi prospek kebijakan ekonomi dan geopolitik.

Harapan meredanya konflik AS-Iran turut mendorong penurunan harga minyak dunia, sehingga mengurangi kekhawatiran terhadap tekanan inflasi dan potensi kenaikan suku bunga.

Seluruh sektor saham di BEI mencatat penguatan. Sektor barang baku memimpin kenaikan, disusul sektor industri dan barang konsumen primer.

Aktivitas perdagangan juga menunjukkan dominasi saham yang menguat. Sebanyak 505 saham naik, 219 saham melemah, dan 239 saham bergerak stagnan.

Meski demikian, investor tetap perlu mencermati perkembangan ekonomi global, kebijakan moneter, serta reformasi pasar modal untuk mengantisipasi perubahan arah IHSG pada perdagangan berikutnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *