KITAINDONESIASATU.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan pekan pertama November 2026 dengan koreksi tipis.
Meski sempat menunjukkan penguatan pada akhir pekan, pergerakan pasar saham domestik masih dibayangi sejumlah sentimen global dan ketidakpastian arus modal asing.
Berdasarkan laporan Kontan, IHSG terkoreksi 0,13 persen selama sepekan. Pada perdagangan Jumat (6/11/2026), indeks justru menguat 0,40 persen atau bertambah 20,17 poin ke level 5.050,43. Penguatan tersebut membuat IHSG kembali menembus level psikologis 5.000.
Analis Teknikal BRI Danareksa Sekuritas Reza Diofanda menilai penguatan pada akhir pekan mendapat dukungan dari sejumlah indikator ekonomi domestik. Cadangan devisa Indonesia pada Oktober meningkat menjadi US$146,8 miliar dari US$146,3 miliar pada bulan sebelumnya.
Selain itu, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III-2026 mencapai 5,47 persen secara tahunan. Angka tersebut melampaui ekspektasi pasar sebesar 5,20 persen.
MSCI dan Inflasi Amerika Serikat Jadi Penentu Arah IHSG
Memasuki pekan berikutnya, pelaku pasar akan mencermati MSCI November Index Review yang dijadwalkan pada 11-12 November 2026. Hasil evaluasi tersebut berpotensi memengaruhi komposisi dan bobot saham Indonesia dalam indeks global.
Investor juga mengantisipasi kemungkinan penyesuaian portofolio yang dapat meningkatkan volatilitas, terutama pada saham berkapitalisasi besar. Isu transparansi pasar dan risiko reklasifikasi status Indonesia turut menjadi perhatian.
Dari eksternal, pasar akan memantau perkembangan ekonomi Amerika Serikat, terutama data inflasi Oktober yang dijadwalkan rilis pada 10 November.
Data ketenagakerjaan AS, termasuk Nonfarm Payrolls dan tingkat pengangguran, juga berpotensi memengaruhi arah kebijakan suku bunga Federal Reserve.


