KITAINDONESIASATU.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan awal pekan dengan tekanan signifikan.
Pada Senin pagi, 2 Maret 2026, IHSG yang tercatat di Bursa Efek Indonesia dibuka melemah 142,59 poin atau turun 1,73 persen ke level 8.092,90.
Pelemahan ini menjadi perhatian pelaku pasar karena terjadi sejak awal sesi perdagangan, mencerminkan sentimen negatif yang memengaruhi pergerakan saham di pasar domestik.
Indeks LQ45 Turut Turun
Tidak hanya IHSG, indeks saham unggulan LQ45 juga mengalami koreksi. Kelompok 45 saham berkapitalisasi besar dan likuid tersebut tercatat turun 12,65 poin atau melemah 1,52 persen ke posisi 821,71.
Penurunan LQ45 menunjukkan bahwa tekanan pasar tidak hanya terjadi pada saham lapis kedua dan ketiga, tetapi juga pada saham-saham unggulan yang selama ini menjadi penopang utama indeks.
Pergerakan Pasar IHSG Awal Pekan
Pelemahan IHSG pada pembukaan perdagangan Senin ini menjadi sinyal penting bagi investor dalam menyusun strategi jangka pendek.
Fluktuasi indeks di awal pekan kerap dipengaruhi sentimen global, aksi ambil untung, maupun faktor teknikal.
Pelaku pasar disarankan mencermati perkembangan lanjutan sepanjang sesi perdagangan untuk melihat apakah IHSG mampu bangkit dari tekanan atau melanjutkan tren koreksi hingga penutupan pasar.(*)




