KITAINDONESIASATU.COM – Sebuah dompet Bitcoin (BTC) yang tidak menunjukkan aktivitas sejak 2017 mendadak kembali aktif pada Kamis, 17 Juli 2026.
Dompet tersebut memindahkan sebanyak 5.908 BTC dengan nilai sekitar 383 juta dolar AS atau setara lebih dari Rp6 triliun berdasarkan kurs saat ini.
Meski nilainya sangat besar, transaksi tersebut tidak mengarah ke bursa kripto, sehingga belum mengindikasikan adanya aksi jual dalam waktu dekat.
Data pelacakan blockchain menunjukkan seluruh aset dipindahkan ke alamat baru yang belum teridentifikasi. Langkah tersebut dinilai lebih mengarah pada perpindahan penyimpanan daripada distribusi aset ke pasar.
Pemilik dompet diperkirakan telah meraih keuntungan sekitar 284 persen dibandingkan saat pertama kali membeli Bitcoin pada akhir 2017 dengan nilai investasi hampir 100 juta dolar AS.
Pergerakan Paus Bitcoin Jadi Sorotan Investor
Selain memindahkan aset ke dompet baru, transaksi ini juga mengubah format alamat lama menjadi format modern bc1q, yang dikenal lebih efisien dalam biaya transaksi.
Selama lebih dari delapan tahun, pemilik dompet tersebut tetap mempertahankan kepemilikannya meski Bitcoin sempat mengalami kenaikan maupun penurunan harga yang tajam.
Fenomena bangkitnya dompet lama semakin sering terjadi dalam beberapa bulan terakhir.
