KITAINDONESIASATU.COM – Harga Bitcoin kembali mengalami tekanan pada Jumat, 28 Agustus 2026.
Aset kripto terbesar di dunia tersebut merosot lebih dari 3 persen setelah sentimen pasar berubah akibat penguatan dolar AS dan pidato Ketua Federal Reserve Kevin Warsh yang dinilai lebih tegas terhadap risiko inflasi.
Mengacu pada data perdagangan, Bitcoin turun sekitar 3,4 persen ke level USD77.494,9. Sebelumnya, harga Bitcoin sempat menyentuh titik tertinggi harian di sekitar USD81.330,3.
Meski terkoreksi, performa mingguan Bitcoin masih mencatat kenaikan tipis setelah sebelumnya melonjak lebih dari 22 persen dalam sepekan.
Sinyal Suku Bunga The Fed Tekan Bitcoin dan Altcoin
Pidato Kevin Warsh dalam Simposium Kebijakan Ekonomi Jackson Hole menjadi perhatian utama investor.
Warsh menilai tekanan inflasi dasar di Amerika Serikat masih belum menunjukkan perbaikan berarti sehingga stabilitas harga tetap menjadi perhatian penting bank sentral.
Situasi tersebut muncul ketika ekonomi AS menghadapi sejumlah tantangan. Inflasi cenderung bertahan, harga minyak masih tinggi akibat ketegangan geopolitik, sementara kondisi pasar tenaga kerja menunjukkan tanda-tanda pelemahan.
Perbedaan pandangan di internal Federal Open Market Committee juga semakin terlihat setelah sejumlah pejabat regional tidak sejalan dengan keputusan mempertahankan suku bunga pada pertemuan Juli.
Nada kebijakan yang dianggap hawkish membuat pelaku pasar meningkatkan perkiraan terhadap peluang kenaikan suku bunga seperempat poin pada September.
