KITAINDNESIASATU.COM-Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Pandeglang tidak kehabisa akal untuk menggenjot Panedapatan Asli Daerah (PAD). Salah satu kebijakan baru yaitu menarik pajak reklame dari plang praktik dokter dan notaris.
Ramadani, Kepala Bapenda Pandeglang, menegaskan, pihaknya ingin lebih mengoptimalkan penerimaan pajak reklame dengan menambah jumlah wajib pajak (WP) dan objek pajak (OP) di Kabupaten Pandeglang.
Bahkan, lanjut dia, saat ini mulai mendata potensi pajak reklame dari plang praktik kesehatan dan kantor notaris guna mengoptimalkan PAD. “Kami sudah kirim surat kepada pengurus Ikatan Notaris, pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI), dan Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) untuk mendata anggotanya. Ada potensi pajak reklame dari plang praktik mereka,” ungkap Ramadani, kemarin.
Bahkan, plang informasi praktik bidan dan pelayanan kesehatan lainnya termasuk dalam objek pajak reklame, jika seluruhnya terdata bisa mencapai ratusan.
Saat ini Bapenda Pandegang masih menunggu respons dari organisasi terkait sebelum mengambil langkah lebih lanjut. “Kita baru bersurat resmi, In Shaa Allah nanti mereka akan kami undang,” kata Ramadani.
Bapenda Pandeglang menargetkan penerimaan pajak reklame pada 2025 sebesar Rp 1,7 miliar, naik 5 persen dari tahun sebelumnya. Akan tetapi, hingga kini realisasinya baru mencapai 10 persen atau sekitar Rp 174 juta. Selain pajak reklame biasa, pendapatan daerah juga didukung dari pajak reklame iklan rokok yang masih aktif berkontribusi.
“Kita juga sudah mendata iklan rokok, karena ada konfirmasi izin dari DPMPTSP (Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu,” kata Ramadani.
Ramadani menjelaskan, pajak reklame iklan rokok tarifnya lebih tinggi dibanding pajak reklame biasa. Selain itu, yang tidak kalah dalam menyumbang pajak yaitu sektor waralaba seperti Alfamart, Alfamidi, dan Indomaret. “Kalau digabung dengan toko lainnya, pemasukan pajaknya lumayan banyak,” ujarnya.
Secara terpisah, Sekretaris Daerah (Sekda) Pandeglang, Fahmi Ali Sumanta, menegaskan bahwa pihaknya akan terus menggali potensi PAD di Kabupaten Pandeglang dengan maksimal. “Tahun ini target PAD tercapai 100 persen, paling tidak 80 persen dari target yang ditetapkan tercapai,” katanya.




