KITAINDONESIASATU.COM – Banyak pemilik mobil masih menganggap remeh penggantian oli mesin dan oli transmisi CVT. Padahal, ini adalah salah satu perawatan paling krusial agar mobil tetap prima dan umur transmisinya panjang.
CVT sendiri adalah jenis transmisi otomatis modern yang menggunakan sabuk dan katrol, sehingga mampu memberikan perpindahan gigi tanpa hentakan alias super halus.
Teknologi ini memang bikin pengalaman berkendara lebih nyaman dan hemat bahan bakar, tapi ada harga yang harus dibayar. Ya, perawatan oli CVT wajib tepat waktu. Pasalnya, jika oli yang kotor atau telat diganti bisa bikin transmisi cepat rusak, bahkan jebol.
Oli CVT idealnya diganti setiap 40.000 km atau 2 tahun sekali. Namun, ada juga yang menyarankan penggantian lebih cepat, yakni setiap 20.000–30.000 km, tergantung kondisi pemakaian. Bahkan, untuk mobil yang sering dipakai di medan berat atau stop-and-go, penggantian bisa lebih sering.

