KITAINDONESIASATU.COM – Mark Zuckerberg disebut memiliki rencana ambisius untuk mengubah cara kerja karyawan Meta dengan memanfaatkan agen kecerdasan buatan (AI).
Program yang dikenal sebagai Project OT atau Organization Transformation tersebut dirancang untuk membuat sebagian besar pekerjaan perusahaan semakin bergantung pada teknologi AI.
Menurut laporan Reuters yang dirangkum dalam informasi tersebut, dokumen internal Meta menunjukkan bahwa program ini akan menggunakan agen AI yang tetap diawasi oleh kelompok kecil karyawan manusia.
Dalam skema tersebut, engineer, desainer, manajer produk, dan sejumlah tenaga spesialis secara bertahap diarahkan menjadi builder. Sementara itu, jumlah manajemen tingkat menengah direncanakan semakin berkurang.
Proyek AI Meta Mark Zuckerberg Terkendala Masalah Teknis
Project OT juga dikaitkan dengan rencana pengurangan tenaga kerja pada sejumlah tim Meta. Jumlah karyawan di beberapa bagian perusahaan bahkan disebut berpotensi dipangkas hingga 60 persen melalui PHK, penghapusan posisi kosong, serta pemberhentian karyawan yang dinilai memiliki performa rendah.
Rencana awal tersebut kabarnya mencakup gelombang PHK berikutnya pada November 2026. Namun, Zuckerberg akhirnya membatalkan atau setidaknya menunda rencana PHK tersebut. Salah satu faktor yang disebut memengaruhi keputusan itu adalah berbagai persoalan dalam penerapan AI internal Meta.
Data yang muncul menunjukkan perubahan kode pada perangkat lunak platform dan infrastruktur AI Meta melonjak hingga 220 persen.
Akan tetapi, peningkatan aktivitas tersebut belum menghasilkan kenaikan produktivitas yang sebanding. Fitur baru maupun peningkatan yang benar-benar sampai kepada pengguna hanya meningkat sekitar 36 persen.
Di sisi lain, masalah teknis dan insiden keamanan justru meningkat hingga 50 persen. Waktu yang harus digunakan karyawan untuk menangani berbagai persoalan tersebut juga bertambah sekitar 70 persen.
Meski rencana PHK besar ditunda, Meta disebut belum sepenuhnya meninggalkan transformasi berbasis AI. Tim kecil yang menggunakan bantuan agen AI masih diterapkan di beberapa bagian perusahaan.





