Iptek

Laba Samsung Meroket 8 Kali Lipat Berkat Demam AI, Ironisnya Bisnis HP Justru Merugi!

×

Laba Samsung Meroket 8 Kali Lipat Berkat Demam AI, Ironisnya Bisnis HP Justru Merugi!

Sebarkan artikel ini
Laba Samsung Meroket 8 Kali Lipat
Laba Samsung Meroket 8 Kali Lipat (Samsung Semiconductor)

KITAINDONESIASATU.COM – Samsung Electronics mencatatkan kinerja keuangan luar biasa pada kuartal III 2026.

Perusahaan teknologi asal Korea Selatan tersebut berhasil membukukan laba operasional sebesar 107,4 triliun won atau meningkat sekitar delapan kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Lonjakan keuntungan ini terutama didorong tingginya permintaan chip memori untuk mendukung perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Berdasarkan laporan keuangan yang diumumkan pada 29 Oktober 2026, pendapatan Samsung mencapai 195,3 triliun won. Angka tersebut meningkat sekitar 127 persen secara tahunan dan menjadi rekor tertinggi perusahaan.

Namun, pencapaian tersebut menyimpan kondisi berbeda pada sejumlah lini bisnis.

Divisi smartphone dan perangkat elektronik konsumen justru mengalami tekanan akibat meningkatnya biaya komponen, terutama chip memori yang kini semakin dibutuhkan industri AI.

Chip AI Jadi Penyelamat, Bisnis Smartphone Tertekan

Divisi semikonduktor menjadi penyumbang terbesar keuntungan Samsung. Tingginya kebutuhan infrastruktur AI membuat permintaan terhadap berbagai jenis chip memori meningkat tajam.

Beberapa faktor utama yang mendorong kenaikan laba Samsung meliputi:

  1. Permintaan Chip HBM: Kebutuhan High Bandwidth Memory (HBM) meningkat karena digunakan untuk mendukung pemrosesan AI dan pusat data.
  2. Kenaikan Harga Memori: Terbatasnya pasokan DRAM dan NAND mendorong kenaikan harga komponen di pasar global.
  3. Pertumbuhan Infrastruktur AI: Perusahaan teknologi dunia meningkatkan investasi untuk membangun pusat data dan mengembangkan layanan kecerdasan buatan.
  4. Peningkatan Penjualan Semikonduktor: Divisi Device Solutions mencatatkan laba operasional mencapai 106,5 triliun won.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *