Material yang dibawa pulang dapat memberikan kesempatan bagi ilmuwan untuk menguji langsung batuan dan tanah Mars dengan fasilitas laboratorium di Bumi.
Hasil penelitian itu berpotensi memperluas pemahaman manusia mengenai masa lalu Mars, termasuk kondisi lingkungan yang pernah ada di planet tersebut dan kemungkinan apakah kehidupan pernah muncul di sana.
Hubbard bahkan memperingatkan bahwa China tidak hanya berpotensi menjadi sorotan utama dalam eksplorasi Mars, tetapi juga bisa menjadi pihak yang pertama menemukan bukti kehidupan di planet lain.
Pernyataan tersebut masih merupakan kemungkinan, bukan kepastian, karena keberadaan kehidupan di Mars hingga kini belum terbukti.
Dengan target peluncuran 2028 dan pengembalian material sekitar 2031, Tianwen-3 kini menjadi salah satu proyek paling dinanti dalam eksplorasi Planet Merah.
Jika seluruh rangkaian misi berhasil, China berpeluang mencatat sejarah sebagai negara pertama yang membawa sampel Mars secara langsung ke Bumi.***





