Kondisi tersebut membuka peluang bagi China untuk menjadi negara pertama yang berhasil membawa sampel dari Mars ke Bumi.
Jika Tianwen-3 berhasil sesuai jadwal, pencapaian tersebut akan menjadi tonggak besar dalam sejarah eksplorasi planet.
Mantan pejabat senior NASA yang pernah memimpin program Mars, Scott Hubbard, bahkan menyebut perkembangan tersebut berpotensi menjadi sebuah “momen Sputnik” apabila laporan mengenai kemajuan Tianwen-3 benar-benar terwujud.
Istilah tersebut merujuk pada dampak bersejarah ketika Uni Soviet berhasil meluncurkan Sputnik 1 pada 1957, satelit buatan manusia pertama yang mengorbit Bumi.
Dalam konteks Tianwen-3, Hubbard menilai keberhasilan China mengembalikan material Mars sebelum Amerika Serikat dapat menjadi pencapaian yang sangat signifikan.
Bukan Sekadar Adu Cepat dengan NASA
Jika berhasil, China bawa sampel Mars ke Bumi pada 2031 bukan hanya soal siapa yang lebih dahulu mencapai garis finis.





