Bukan Hanya OpenAI, Nama Besar Lain Juga Terlibat
Perlu diketahui, kerja sama dengan pihak militer ini tidak hanya melibatkan OpenAI. Sejumlah raksasa teknologi dunia seperti SpaceX, Google, NVIDIA, hingga Amazon juga turut serta dalam perjanjian dengan Pentagon.
Berdasarkan isi kesepakatan, perusahaan-perusahaan tersebut mengizinkan militer AS memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan milik mereka dalam jaringan operasi rahasia negara adidaya itu.
Pihak Departemen Pertahanan AS menjelaskan, tujuan kerja sama ini adalah untuk “meningkatkan pemahaman situasional pasukan serta membantu proses pengambilan keputusan di medan pertempuran yang rumit.”
Sementara itu, OpenAI pun buka suara untuk meredam kekhawatiran.
Perusahaan menegaskan bahwa alat kecerdasan buatannya tidak akan dipakai untuk memantau warga sipil AS, dan tidak akan melayani badan intelijen seperti NSA.
Berbagai batasan dan perlindungan sistem juga diklaim sudah diterapkan.
Namun, langkah transparansi ini ternyata belum cukup untuk meyakinkan pengguna yang merasa khawatir.
Angka Penghapusan Melonjak Hingga 295%, Kepercayaan Terkikis
Di berbagai forum diskusi dunia maya, banyak pengguna saling berbagi cerita dan keputusan mereka untuk berhenti menggunakan ChatGPT.


