KITAINDONESIASATU.COM – Tokoh Masyarakat Banten, Embay Mulyasyarief, mengaku terkecoh dengan penampilan bos pabrik narkoba yang berhasil diungkap oleh Badan Narkotika Nasional (BNN).
Embay mengungkap, orang berinisial BY merupakan pemilik rumah mewah di Lingkungan Gurugui, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, yang dijadikan tempat produksi narkoba jenis Pil PCC, Tramadol, dan Trihexypenidyl atau Tri-X.
“Kalau bertemu dengan pelaku pasti tidak percaya kalau dia adalah produsen atau penjual narkoba. Penampilannya seperti orang yang mendalami agama. Pakai jubah, bawa tasbih,” kata Embay ditemui usai kegiatan pengungkapan Clandestine Laboratory oleh BNN, Rabu (02/10/2024).
Menurut Embay, kala itu BY beberapa kali menyambanginya dengan tujuan pendekatan dengan seorang tokoh yang dinilai berpengaruh terhadap masyarakat, dengan mengaku sebagai pengusaha air mineral dan minyak curah. Tidak hanya bersilaturahmi, bahkan BY juga ikut menyumbang untuk kepentingan pengajian rutin di kediaman Embay.
“Ya dia sempat ikut nyumbang air mineral, sambil bilang nyobain produk dia. Saya lupa apa mereknya, yang jelas ngakunya seperti itu. Orangnya santun dan sopan, makanya saya gak nyangka,” ujarnya.
Sebelumnya Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia, Komisaris Jenderal Polisi, Martinus Hukom, menjelaskan, awal mula pihaknya melakukan penyelidikan dengan pemantauan terhadap paket berupa 16 karung yang dikirim menggunakan jasa ekspedisi, hingga akhirnya berhasil mendapatkan lokasi rumah mewah itu pada Jumat, 27 September 2024.
Ketika digeledah karung ini berisi 960.000 butir Pil PCC. Atas temuan tersebut BNN mengamankan tersangka inisial DD yang saat itu mengirimkan paket tersebut hingga berhasil membongkar aktivitas clanseatine laboratory serta menggeledah rumah dimaksud.


