Iran mengklaim menggunakan sistem pertahanan udara generasi terbaru yang dikembangkan pascakonflik 12 hari pada Juni 2025.
Klaim IRGC tembak jatuh disertai pernyataan bahwa mereka juga berhasil mengintersepsi lebih dari 125 drone yang dikaitkan dengan koalisi AS-Israel.
Efektivitas sistem ini menjadi sorotan dalam dinamika F-35 AS Iran, sekaligus menambah kompleksitas insiden jet tempur AS di Timur Tengah 2026.
Penjelasan CENTCOM
Di sisi lain, Komando Pusat AS (CENTCOM) mengonfirmasi bahwa sebuah F-35 melakukan pendaratan darurat di pangkalan Amerika di kawasan tersebut setelah menjalankan misi tempur di atas Iran.
Juru bicara CENTCOM, Kapten Tim Hawkins, menyatakan pesawat mendarat dengan aman dan pilot dalam kondisi stabil.
Konfirmasi ini sedikit meredam klaim ekstrem IRGC tembak jatuh, namun tetap menyisakan pertanyaan seputar tingkat kerusakan F-35 AS Iran dalam bingkai insiden jet tempur AS di Timur Tengah 2026.
Sementara itu, CNN mengutip dua sumber terkait, menyebutkan bahwa pendaratan darurat tersebut dipicu oleh “dugaan tembakan dari Iran”.

