KITAINDONESIASATU.COM – Bank Indonesia (BI) mencatat posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada akhir triwulan I-2026 menembus angka US$ 433,4 miliar atau setara Rp 7.669 triliun dengan asumsi kurs Rp 17.695 per dolar AS.
Jumlah tersebut mengalami kenaikan sebesar 0,8% jika dibandingkan dengan posisi pada akhir Desember 2025 yang bernilai US$ 431,7 miliar. Meskipun secara nominal meningkat, pertumbuhan tahunan ini tercatat melambat dibandingkan triwulan sebelumnya yang mencapai 1,9%.
Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, Selasa 19 Mei 2026 menegaskan bahwa struktur ULN Indonesia tetap sehat dan terkendali.
Hal ini tecermin dari rasio ULN terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang justru mengalami penurunan menjadi 29,5% dari posisi 30% pada triwulan IV-2025. ULN nasional juga tetap didominasi oleh utang jangka panjang dengan pangsa mencapai 85,4%.
Secara rinci, ULN pemerintah tercatat sebesar US$ 214,7 miliar yang ditopang masuknya aliran modal asing pada instrumen Surat Berharga Negara (SBN) internasional. Pemanfaatannya difokuskan untuk mendukung belanja prioritas seperti sektor kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur.
Sementara itu, posisi ULN swasta justru menurun menjadi US$ 191,4 miliar. BI memastikan akan terus memperkuat koordinasi demi meminimalkan risiko stabilitas ekonomi.(*)



